Wednesday, January 25, 2012

Kala III Persalinan



A.   Batasan Kala III
Persalinan kala III adalah tahapan persalinan setelah anak lahir sampai lahirnya seluruh plasenta dan selaput ketuban.

B.   Durasi Persalinan Kala III
Umumnya persalinan kala III berlangsung kurang dari 30 menit, sebagian besar berlangsung sekitar 2 – 5 menit.

C.   Proses terlepasnya plasenta
Pada kala III persalinan, otot uterus (myometrium) berkontraksi mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah lahirnya bayi. Penyusutan ukuran ini menyebabkan berkurangnya ukuran tempat plasenta karena tempat perlekatan menjadi semakin kecil sedangakan ukuran plasenta tidak berubah maka plasenta akan terlipat, menebal, tetapi pada sisi perlekatan tidak mampu menahan tekana dan melengkung. Akibatnya terjadi pelepasan plasenta dari dinding uterus. Setelah lepas, plasenta akan keluar melewati serviks ke ruang vagina atau ke bagian bawah uterus

D.   Mekanisme Pengeluaran Plasenta
Pengeluaran plasenta ada dua mekanisme :
a.    Schultze adalah pelahiran plasenta dengan presenetase sisi janin. Terjadi ketika pelepasan dimulai dari tengah disertai pembentukan bekuan retroplasenta sentral yang mempengaruhi berat plasenta sehingga bagian sentral turun terlebih dahulu. Hal ini menyebakan plasenta dan kantong amnion terbalik dan menyebabkan membrane melepaskan sisa desidua dan tertinggal di belakang plasenta. Pendarahan sampai plasenta dan membran lahir tidak nampak karena membran yang terbalik menangkap dan menahan darah.
b.    Duncan adalah pelahiran plasenta dengan presentasi sisi maternal. Presentasi ini di duga terjadi akibat pelepasan pertama kali terjadi pada bagian pinggir atau perifer plasenta. Darah keluar diantara membrane dan dinding uterus dan terlihat secara eksternal. Plasenta dan kantong amnion turun ke samping, oleh karena itu tidak terbalik tetapi tertinggal di belakang plasenta untuk pelahiran. Oleh karena itu pendarahan nampak.

E.   Tanda-Tanda Pelepasan Plasenta
Beberapa tanda klinis lepasnya plasenta:
1.     Tetesan atau pancaran kecil darah yang mendadak dan singkat.
Darah yang terkumpul di belakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar di bantu oleh gaya gravitasi. Apabila kimpulan darah(retroplacental pooling) dalam ruang diantara dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang terlepas.
2.    Perubahan bentuk dan tinggi fundus
Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus uteri biasanyadi bawah pusat. Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong ke bawah, uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear atau alpukat dan fundus berada di atas pusat(seiring mengarah ke sisi kanan).
3.    Tali pusat memanjang
Tali pusat terlihat menjulur keluar melalui vulva.

Untuk mengetahui apakah plasenta telah lepas dari tempat implantasinya, di pakai bebarapa perasat antara lain:
1.    Perasat Kustner
Tangan kanan meregangkan,tangan kiri menekan daerah di atas simfisis. Bila tali pusat masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. Bila tetap atau tidak masuk kembali ke dalam vagina, berarti plasenta lepas dari dinding uterus.
2.    Perasat Strassman
Tangan kanan meregangkan atau menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri mengetuk fundus uteri. Bila terasa getaran pada tali pusat yang di regangkan ini, berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. Bila tidak terasa getaran, berarti plasenta sudah lepas dari dinding uterus.
3.    Perasat FLein
Wanita di suruh mengedan. Tali pusat tampak turun ke bawah. Bila pengedanannya di hentikan dan tali pusat masuk kembali ke dalam vagina berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus. Bila tidak masuk berarti sudah lepas dari dinding uterus.


F.    MANAJEMEN AKTIF KALA III
1.    Tujuan
Tujuan manajemen aktif kala III adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat memperpendek waktu kala III persalinan dan mengurangi kehilangan darah dibandingkan dengan penatalaksaan fisiologis.
Karena penyebab kematian ibu terbesar adalah perdarahan dimana sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri yang dapat dicegah dengan penanganan manajemen aktif kala III

2.    Cara
Untuk melahirkan plasenta dapat menggunakan manajemen aktif kala III yang terdiri dari tiga langkah utama:
a.    Pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir.
b.    Melakukan penegangan tali pusat terkendali.
c.    Masase fundus uteri.

1.1.        Pemberian Suntikan Oksitosin
1.    Letakkan bayi baru lahir di atas kain bersih yang telah di siapkan di perut bawah ibu dan minta ibu atau pendampingnya untuk membantu memegang bayi tersebut.
2.    Pastikan tidak ada bayi lain (undiagnosed twin) di dalam uterus.
3.    Beritahu ibu bahwa ia akan di suntik.
4.    Segera (1 menit pertama setelah bayi lahir) suntikan oksitosin 10 unit 1M pada 1/3 bagian atas paha bagian luarr (aspektus lateralis) 
5.  Dengan mengerjakan semua prosedur tersebut terlebih dahulu maka akan member cukup waktu pada bayi memperoleh sejumlah  darah kaya zat besi dan setelah itu (setelah 2 menit) baru dilakukan  tindakan penjepitan dan pemotongan tali pusat.

6.    Serahkan bayi yang telah terbungkus kain pada ibu untuk inisiasi menyusu diri dan kontak kulit dengan ibu.
7.    Tutup kembali perut bawah ibu dengan kain.

2.1.        Peneganagan Tali Pusat Terkendali
1.    Berdiri di samping ibu.
2.    Pindahkan klem (penjepit untuk memotong tali pusat saat kala II) pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari vulva.
3.    Letakkan tangan yang lain pada abdomen ibu (beralaskan kain) tepat di atas simfisis pubis. Gunakan tanagn ini untuk meraba kontraksi uterus dan menekan uterus pada saat melakukan penegangan pada tali pusat. Setelah terjadi kontraksi yang kuat, tegangkan tali pusat kemudian tangan pada didinding abdomen menekan korpus uteri ke bawah dan atas (dorso kranial) korpus. Lakukan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya inversion uteri
4.    Bila plasenta belum lepas, tunggu hingga badan kontraksi yang kuat (sekitar dua atau tiga menit)
5.    Pada saat kontraksi mulai (uterus menjadi bulat atau tali pusat memanjang) tegangkan kembali tali pusat ke arah bawah (dengan hati-hati) bersamaan dengan itu, lakukan penekanan korpus uteri kea rah bawah dan cranial hingga plasenta terlepas dari tempat implantasinya

6.    Jika plasenta tidak turun setelah 30-40 detik dimulainya penegangan tali puzat dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan lepasnya plasenta, jangan teruskan penegangan tali pusat.
a.    Pegang klem dan tali pusat dengan lembut dan tunggu smapai kontraksi berikutnya. Jika perlu, pindahkan klem lebih dekat ke perineum pada saat tali pusat memanjang. Pertahankan kesabaran pada saat melahirkan plasenta
b.    Pada saat kontraksi berikutnya terjadi, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan lakukan tekanan berlaawanan arah pada uterus secara serentak. Ikuti langkah-langkah tersebut pada setiap kontraksi hingga terasa plasenta terlepas dari dinding uterus
7.    Setelah plasenta terlepas, anjurkan ibu untuk meneran sehingga plasenta akan terdorong ke introitus vagina. Tetap tegangkan tali pusat kearah bawah mengikuti arah jalan lahir
8.    Pada saat plasenta terlihat pada introitus vagina, teruskan kelahiran plasenta dengan menggunakan kedua tangan. Selaput ketuban mudah robek pegang palsenta dengan kedua tangan rata dan lembut, putar plasenta hingga selaput terpilin
9.    Lakukan penarikan secara lembut dan perlahan-lahan untuk melahirkan selaput ketuban
  
10. Jika terjadi robekan pada selaput ketuban saat melahirkan plasenta, dengan hati-hati periksa vagina dan serviks dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan anda atau klem atau cunam DTT atau steril untuk keluarkan selaput ketuban yang dapat dicapai dengan jari-jari tangan tersebut
  
3.1.        Rangsangan taktil fundus uteri
Segera setelah kelahiran plasenta, lakukan rangsangan taktil (pemijatan) fundus uteri
1.    Letakkan telapak tangan pada fundus uteri
2.    Jelaskan tindakan ini kepada ibu, katakana bahwa ibu mungkin merasa kurang nyaman. Anjurkan ibu untuk menarik napas dalam, perlahan dan berlaku tenang
3.    Dengan lebut tapi mantap, gerakkan tangan secara memutar pada fundus uteri sekeliling uterus berkontraksi. Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu 15 detik, lakukan panatalaksanaan atonia uteri
4.    Periksa plasenta dan selaputnya untuk memastikan keduanya lengkap dan utuh
a.    Periksa sisi maternal plasenta (yang menempel pada dinding uterus) untuk memastikan bahwa semuanya lengkap dan utuh (tidak ada bagian yang hilang)
b. Pasangkan bagian-bagian plasenta yang robek atau terpisah untuk memastikan tidak ada bagian yang hilang
c.    Periksa plasenta bagian fetal (yang menghadap ke janin) untuk memastikan tidak ada kemungkinan lubang ekstra (suksenturiata)
d.    Evaluasi selaput untuk memastikan kelengkapannya
5.    Periksa uterus setelah satu hingga dua menit untuk memastikan bahwa uterus berkontraksi dengan baik. Jika uterus masih belum berkontraksi, ulangi rangsangan taktil uterus sehingga segera dapat diketahui jika uterus tidak berkontraksi dengan baik
6.    Periksa kontraksi uterus setiap 15 menit selama 1 jam pertama pascapersalinan dan setiap 30 menit selama 1 jam kedua pasca persalinan


G.   Kebutuhan Ibu Pada Kala III
Segera setelah bayi lahir, bayi diletakkan diperut ibu untuk dikeringkan tubuhnya kecuali kedua telapak tangan, selanjutnya bayi akan diselimuti dan diletakkan didada ibu untuk selanjutnya berusaha mencari putting susu ibu. Selama kala III ibu sangat membutuhkan kontak kulit dengan bayi, dengan IMD maka kontak kulit yang terjalin dapat memberikan ketenangan tersendiri pada ibu, selain itu manfaat IMD lainnya adalah menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat, dan dapat membantu kontraksi uterus melalui tendangan-tendangan embut dari kaki bayi.
Kebutuhan ibu pada kala III
1.    Dukungan mental dari bidan dan keluarga atau pendamping
2.    Penghargaan terhadap proses kelahiran janin yang telah dilalui
3.       Informasi yang jelas mengenai keadaan pasien sekarang dan tindakan apa yang akan dilakukan
4.       Penjelasan mengenai apa yang harus ia lakukan untuk membantu mempercepat kelahiran plasenta, yaitu kapan saat meneran dan posisi apa yang mendukung untuk pelepasan dan kelahiran plasenta
5.    Bebas dari rasa risih akibat bagian bawah yang basah oleh darah dan air ketuban
6.       Hidrasi



STUDI KASUS

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY. “I” PERSALINAN KALA III
DI PKM MAMAJANG MAKASSAR
TANGGAL 15 MARET 2010


Subjektif (S)
1.    Nyeri perut bagian bawah masih terasa
2.    Merasa senang dengan kelahiran bayinya
3.    Pengeluaran darah dari jalan lahir

Objektif (O)
1.    Bayi lahir spontan tanggal 15 Maret 2010 pukul 06.07 WITA
2.    TFU setinggi pusat
3.    Kontraksi uterus keras dan bundar
4.    Tampak semburan darah dari jalan lahir
5.    Tali pusat bertambah panjang

Assesment (A)
Persalinan kala III, keadaan ibu dan bayi baik

Planning (P)
Tanggal 15 Maret 2009 pukul 06.08 WITA
1.    Memeriksa fundus uteri ;TFU setinggi pusat  jari di bawah pusat menandakan janin tunggal
2.    Memberitahu ibu akan disuntik
3.    Menyuntikkan oksitosin 10 IU secara IM pada paha bagian luar 1/3 bagian atas
4.    Melakukan penegangan tali pusat terkendali
5.    Melahirkan plasenta dan selaput ketuban; plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap pukul 06.10 WITA
6.    Melakukan sekaligus mengajarkan ibu untuk masase fundus ; uterus teraba keras dan bundar



DAFTAR PUSTAKA


1.    JNPK-KR. 2008. Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Dekpker RI
2.    Varney Helen dkk. 2007. Guku Ajar Asuhan Kebidanan Volume 2 Edidi 4. EGC: Jakarta
3.    Sarwono Prawirohardjo. 2006. Ilmu Kebidanan. YBP.SP: Jakarta
4.    Sulistyawati, Ari dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta: Salemba Medika

Tuesday, January 24, 2012

Askeb ANC Patologi Oligohidramnion


ASUHAN   KEBIDANAN   ANTENATAL  PATOLOGI 
PADA NY.“A” DENGAN OLIGOHODRAMNION
DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO
TANGGAL 2 DESEMBER 2008


No. Register             :  298757
Tanggal Pengkajian  :  02 Desember 2008 pukul 11.30 Wita
Ruangan                   : Poli Obgin
Mahasiswa               :  Yulianti

LANGKAH  I  :  IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.    Identitas Klien / Suami
Nama                              :     Ny “A” / Tn. “A”
Umur                              :     24 Tahun / 30 Tahun
Suku                               :     Makassar / Makassar
Agama                            :     Islam / Islam
Pendidikan Terakhir       :     SMA / SMA
Pekerjaan                        :     I.R.T / Karyawan
Perkawinan, Lamanya    :     1 Kali, 2002 ( 6 tahun )
Alamat                           :     Bontoa Utara Parang Loe kec. Tamlanrea

B.     Riwayat kehamilan sekarang
1.      HPHT tanggal 18 Februari 2008 ( HTP :  25 November  2008 )
2.      Ibu hamil anak ketiga dan tidak pernah keguguran
3.      Ibu merasakan pergerakan janinnya pertama kali dirasakan pada awal bulan Juni 2008 sampai sekarang
4.      Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut hebat selama kehamilan
5.      Ibu mengeluh ada pengeluaran lendir dari jalan lahir sejak kemarin
6.      Ibu mengeluh mulai merasakan nyeri perut dengan frekuensi yang jarang serta tidak mengganggu aktivitas ibu
7.      Mendapat imunisasi TT 2 x  pada kehamilannya.
a.       TT   1   bulan   Juni  2008 di PKM Batua
b.      TT   2   bulan   Juli  2008 di PKM Batua

C.     Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu.

Thn
UK
Persalinan
Bayi
Keadaan
Nifas
Jenis
Tempat
Penolong
L/P
BB
Disusui
2003


2006

aterm


aterm

PBK


PBK
PKM Jumpandang Baru
PKM Batua
Bidan


Bidan
L


P
2800


3400

Ya


Ya
Baik


Baik
Normal


Normal


D.      Riwayat KB
Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB

E.       Riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang
1.    Ibu tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, malaria, hepatitis, diabetes mellitus serta penyakit HIV AIDS
2.         Ibu memiliki riwayat penyakit struma nodosa setelah kehamilan ke-II (sejak tahun 2008)
Pemeriksaan lab tanggal 23 Oktober 2008
FT4 : 1,34 mg/dl (normal : 0.93 – 1.7 mg/dl)
TSH : 0,11 µ/ml (normal : 0,7 – 4,2 µ/ml)
Obat-obatan yang pernah dikomsimsi selama hamil yaitu S.F, B 12, kalk, dan PTU (sesuai dengan resep dokter)
3.         Tidak ada riwayat alergi obat – obatan dan makanan


F.      Pemeriksaan Fisik
1.      Ibu dapat berkomunikasi dengan baik dan kooperatif.
2.      Tanda – tanda vital :
·         Tekanan darah    :     110 / 80  mmHg.
·         Nadi                   :     80 kali / menit.
·         Suhu                   :     36,5 o C
·         Pernafasan          :     20 kali / menit.
3.      Inspeksi / Palpasi
a.       Kepala
Rambut hitam, bersih, dan tidak mudah rontok.
b.      Wajah
1)      Tidak oedema.
2)      Konjungtiva merah muda, sklera putih.
3)      Gigi bersih dan tidak ada caries.
c.       Leher
1)      Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan vena jugularis
2)      Ada pembesaran kelenjar tyroid
d.      Payudara
1)      Simetris kiri dan kanan.
2)      Hyperpigmentasi pada areola mammae.
3)      Putting susu terbentuk.
4)      Kolostrum ada saat dipencet.
e.       Abdomen
1)      Otot perut kendor.
2)      Nampak striae livida dan linea nigra.
3)      Tidak ada luka bekas operasi.
4)      Palpasi
a.       Leopold  I    :  TFU 3 jr bpx ( 31 cm )
b.      Leopold  II   :  Punggung kiri
c.       Leopold  III :  Kepala
d.      Leopold  IV :  BDP
5)      Auskuitasi    :  136  x / menit ( DJJ ), kuat, teratur pada sisi perut sebelah kiri.
6)      Lingkar perut   :   98 cm
TBJ   =    TFU  x  Lingkar perut
         =    31  x  98 cm
         =    3038 gram.
f.       Ekstremitas  :   tidak ada oedema dan varices.
4.      Pemeriksaan Dalam ( vaginal toucher ) oleh Dr. “T” jam 11.00 wita.
a.       Vagina                                     :     Tidak ada kelainan
b.      Portio                                      :     Tebal dan lunak
c.       Dilatasi serviks                        :     1 cm
d.      Ketuban                                  :     Positif ( + )
e.       Presentase                               :     Kepala
f.       Molage                                    :     ( - )
g.      Hodge                                     :     H – I,  4 / 5
h.      Kesan panggul                        :     Normal
i.        Pelepasan lendir dan darah     :     Positif lendir, darah ( - )
5.      Hasil USG I tanggal 3 Juni 2008 UK : 15 – 16 mgu
Hasil USG II tanggal 12 September 2008 UK : 26 – 30 mgu
6.      Hasil USG tanggal 2 Desember 2008 pukul 10.30 WITA
a.       Gravid tunggal, hidup
b.      Letak kepala
c.       Plasenta di fundus
d.      AFI (Amnion Fluid Indeks) 4 cm
e.       UK berdasarkan geometri janin 38-39 mgu





LANGKAH  II  :   IDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA AKTUAL
G III  P II   A O, kehamilan aterm , punggung kiri , presentase kepala, intra uterin, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin baik, inpartu kala  I  fase laten dengan oligohidramnion (AFI 4 cm)

  1. G  III   P II   A : O
Dasar  :
a.       Data subyektif
Ibu mengatakan hamil yang ketiga dan tidak pernah keguguran.
b.      Data obyektif
1)      Tampak striae livida
2)      Tonus otot perut kendor.
c.       Analisis dan interpretasi  :
Striae ini timbul dari hyperfungsi glandula suprarenalis dan tingginya MSH oleh pengaruh hormon estrogen dan progesteron, kendornya torus otot perut akibat peregangan maksimal oleh pembesaran uterus akibat kehamilan sebelumnya ( Ilmu Kebidanan  hal. 97 ).
  1. Kehamilan aterm
Dasar  :
a.       Data subyektif
1)      Hasil USG tanggal 2 Desember 2008 UK 38 – 39 mgu
2)      HPHT tanggal 18 Februari 2008
b.      Data obyektif
1)      HTP tanggal 25 November 2008
c.       Analisis dan interpretasi
Dari HPTP tanggal 18 Februari 2008 sampai tanggal 02 Desember 2008 umur kehamilan 41 minggu dan hasil USG UK 38 – 39 mgu maka kehamilan telah aterm
  1. Punggung kanan, presentase kepala
Dasar  :
a.       Data subyektif
Ibu mengatakan bayinya bergerak di daerah perut sebelah kanan.
b.      Data obyektif
Palpasi  :
Leopold  II                    :  punggung kiri
Leopold  III                   :  presentase kepala
Leopold  IV                   :  BDP
c.       Analisis dan interpretasi
Letak janin dalam uterus sesuai dengan sumbu ibu, pada palpasi Leopold II teraba bagian lebar dan keras pada sisi perut sebelah kiri ibu menandakan kalau punggung bayi berada di sebelah kiri, pada Leopold III  teraba bagian yang bulat dan keras dimana bagian terendahnya adalah kepala pada saat dilakukan palpasi perlimaan bagian terendah janin hanya dapat diraba dengan menggunakan 4 jari (Ilmu Kebidanan  hal  156 – 158).
  1. Intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik
Dasar  :
a.       Data subyektif
1)      Selama hamil tidak pernah merasakan nyeri perut hebat.
2)      Ibu merasakan pergerakan janin.
b.      Data obyektif
1)      Pada palpasi teraba 2 bagian besar yaitu kepala dan bokong.
2)      DJJ  136 x / menit, kuat dan teratur.
c.       Analisis dan interpretasi
Bagian dari uterus yang merupakan tempat berkembangnya janin adalah kavum uteri dimana pada bagian ini hasil konsepsi dapat tumbuh dan berkembang hingga aterm tanpa menyebabkan rasa nyeri, pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan, teraba 2 bagian besar janin pada lokasi yang berbeda, bokong teraba di fundus dan kepala teraba di simfisis, janin yang sehat bunyi jantung antara 120 – 160 kali / menit ( Ilmu Kebidanan hal. 129 ).
  1. Ibu baik
Dasar  :
a.       Data subyektif
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, DM, hipertensi, hepatitis dan penyakit infeksi alat reproduksi.
b.      Data obyektif
1)      Tanda – tanda vital  :
·         Tekanan darah    :     110 / 80 mmHg
·         Nadi                   :     80 kali / menit
·         Suhu                   :     36,5 oC
·         Pernafasan          :     20 kali / menit
2)      Tidak ada oedema pada wajah.
3)      Kunjungtiva merah muda, sklera putih.
4)      Ibu dapat berkomunikasi dengan baik dan kooperatif.
c.       Analisis dan interpretasi
Tanda – tanda vital normal, tidak ada oedema ada wajah, konjuntiva merah muda, sklera putih, ibu dapat berkomunikasi dengan baik dan kooperatif dengan petugas menandakan ibu baik.
  1. Inpartu kala  I  fase laten dengan oligohidramnion (AFI 4 cm)
Dasar  :
a.       Data subyektif
1)      Ibu mengeluh sakit perut dengan frekuensi yang jarang  disertai pengeluaran lendir sejak kemarin.
b.      Data obyektif
1)      Kontraksi uterus 2 x 10 menit durasi 10 – 15 detik.
2)      Pemeriksaan dalam oleh dr. “A”
Hasil  :
a)      Keadaan vulva dan vagina :  tidak ada kelainan
b)      Portio                                   :  lunak, tebal
c)      Pembukaan                           :  1 cm
d)     Ketuban                               :  positif
e)      Presentase                            :  kepala
f)       Penurunan                            :  H – I
g)      Moulage                               :  tidak ada
h)      Penumbungan                      :  tidak ada kelainan, tidak ada penumbungan tangan dan kaki
i)        Kesan panggul                     :  normal
j)        Pelepasan                             :  lendir
3)      Hasil USG à AFI 4 cm
c.       Analisis dan interpretasi
1)      Nyeri dirasakan karena penurunan kepala janin sehingga menyebabkan tekanan dibelakang uterus servikale dan fleksus frankenhauser yang terletak dibelakang uterus. Bila ganglion ini tertekan, kontraksi uterus dapat dibangkitkan ( Ilmu Kebidanan hal. 181 ).
2)      Lendir yang bersemu merah berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka dan mendatar.
3)      Pembukaan 1 cm, waktu kontraksi dari serviks di renggangkan oleh isi rahim terutama air ketuban yang menonjol ke dalam kanalis seviks sehingga menyebabkan tarikan dan membukanya serviks.
4)      Pembukaan serviks disebabkan his yang kuat yang membuat dinding korpus uteri yang terdiri dari otot – otot menjadi tebal dan lebih pendek sedangkan dibawah uterus dan serviks hanya mengandung jaringan kolagen akan mudah tertarik hingga menjadi tipis dan membuka.
5)      Oligohidramnion yang didefinisikan dengan indeks cairan amnion 5 cm atau kurang-pada 12% dari 511 kehamilan dengan usia kehamilan 41 minggu atau lebih. (Dexa Media no.3 Vol 20 thn 2007)


LANGKAH   III  :   ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadinya gawat janin

LANGKAH   IV  :   EVALUASI TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Kolaborasi dengan dokter obgin

LANGKAH   V  :   RENCANA ASUHAN KEBIDANAN
1.      Tujuan
a.       Ibu dapat bersalin normal dengan resiko seminimal mungkin
b.      Keadaan ibu dan janin baik
2.      Kriteria
a.       Tanda-tanda vital ibu dalam batas normal:
1)        TD : kenaikan systole tidak > 30 mmHg, kenaikan diastole tidak > 15 mmHg
2)        Nadi : 60 -100 x/i
3)        Pernapasan : 18 – 24 x/i
4)        Suhu: 36,5-37,5 C
b.      DJJ dalam batas normal (120-160 x/i)
3.      Rencana tindakan
a.       Sampaikan dan jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.
Rasional : Menyampaikan dan menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu sangat penting agar ibu dapat mengetahui perkembangan kehamilannya, ibu akan mengerti dan mengurangi kekhawatiran ibu serta ibu dapat bersikap kooperatif terhadap tindakan atau anjuran petugas kesehatan.
b.      Jelaskan kemungkinan yang dapat terjadi pada kasus oligohidramnion
Rasional : Informasi yang adekuat seperti kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada keadaan yang dialami ibu menjadikan ibu tahu tentang kondisinya dan diharapkan ibu lebih siap jika terjadi komplikasi
c.       Pemeriksaan darah lengkap dan hormon tyroid
Rasional : Pemeriksaan darah lengkap dan hormon diperlukan untuk membantu pengambilan tindakan selanjutnya
d.      Persiapan fisik dan mental untuk persalinan
Rasional : Mempersiapkan fisik dan mental ibu untuk menghadapi persalinan agar persalinan dapat berjalan lancar

LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 2 Desember pukul 11.50 WITA
1.      Menyampaikan dan menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
2.     Menjelaskan kemungkinan yang dapat terjadi pada kasus oligohidramnion
3.      Pemeriksaan darah lengkap dan hormon tyroid, ibu bersedia melakukannnya
4.      Mempersiapkan fisik dan mental untuk persalinan, ibu siap

LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 2 Desember  pukul 12.00 WITA
1.      Keadaan ibu dan janin baik
a.       TTV dalam batas normal
1)      TD : 110/80 mmHg
2)      N   : 80 x/i
3)      S   : 36,5 C
4)      P   : 20 x/i
b.      DJJ (+)terdengar jelas dan kuat 136 x/i
2.      Ibu telah  mengetahui hasil pemeriksaannya
                        
                       


PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
ANTENATAL     PATOLOGI     PADA     NY.“A”
 DENGAN                     OLIGOHODRAMNION
DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO
TANGGAL 2 DESEMBER 2008

No. Register             :  298757
Tanggal Pengkajian  :  02 Desember 2008 pukul 11.30 Wita
Ruangan                   : Poli Obgin
Mahasiswa               :  Yulianti

IDENTITAS KLIEN ATAU SUAMI
Nama                              :     Ny “A” / Tn. “A”
Umur                              :     24 Tahun / 30 Tahun
Suku                               :     Makassar / Makassar
Agama                            :     Islam / Islam
Pendidikan Terakhir       :     SMA / SMA
Pekerjaan                        :     I.R.T / Karyawan
Perkawinan, Lamanya    :     1 Kali, 2002 ( 6 tahun )
Alamat                          :      Bontoa Utara Parang Loe kec. Tamlanrea

DATA SUBJEKTIF (S)
1.      HPHT tanggal 18 Februari 2008 ( HTP :  25  November  2008 )
2.      Ibu hamil anak ketiga dan tidak pernah keguguran
3.      Ibu merasakan pergerakan janinnya pertama kali dirasakan pada awal bulan Juni 2008 sampai sekarang
4.      Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut hebat selama kehamilan
5.      Ibu mengeluh ada pengeluaran lendir dari jalan lahir sejak kemarin
6.      Ibu mengeluh mulai merasakan nyeri perut dengan frekuensi yang jarang serta tidak mengganggu aktivitas ibu
7.      Mendapat imunisasi TT 2 x  pada kehamilannya
8.      Ibu memiliki riwayat penyakit struma nodosa sebelum kehamilan sekarang
DATA OBJEKTIF (O)
1.      KU ibu baik
2.      Tanda – tanda vital
a.       Tekanan darah : 110/80 mmHg
b.      Nadi                : 80 x/menit
c.       Suhu                : 36,5 ºC
d.      Pernapasan      : 20x/menit
3.      Kogjungtiva merah muda
4.      Bibir lembab
5.      Putting susu terbentuk, ASI (+)
6.      Abdomen
a.       Leopold I        : 3 jari di atas pusat (31 cm)
b.      Leopold II       : punggung kiri
c.       Leopold III     : kepala
d.      Leopold IV     : BDP
7.      DJJ 136x/menit terdengar kuat dan teratur pada perut sebelah kiri
8.      Tidak ada oedema dan varises pada tangan dan kaki
9.      Pemeriksaan Dalam ( vaginal toucher ) oleh Dr. “T” jam 11.00 wita.
a.       Vagina                                     :     Tidak ada kelainan
b.      Portio                                      :     Tebal dan lunak
c.       Dilatasi serviks                        :     1 cm
d.      Ketuban                                  :     Positif ( + )
e.       Presentase                               :     Kepala
f.       Molage                                    :     ( - )
g.      Hodge                                     :     H – I,  4 / 5
h.      Kesan panggul                        :     Normal
i.        Pelepasan lendir dan darah     :     Positif lendir, darah ( - )
10.  Hasil USG tanggal 2 Desember 2008 pukul 10.30 WITA
a.       Gravid tunggal, hidup
b.      Letak kepala
c.       Plasenta di fundus
d.      AFI (Amnion Fluid Indeks) 4 cm
e.      UK berdasarkan geometri janin 38-39 mgu

ASSESMENT
G III  P II   A O, kehamilan aterm , punggung kiri , presentase kepala, intra uterin, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin baik, inpartu kala I fase aktif dengan oligohidramnion (AFI 4 cm)

PLANNING
Tanggal 2 Desember pukul 11.50 WITA
1.      Menyampaikan dan menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
2.     Menjelaskan kemungkinan yang dapat terjadi pada kasus oligohidramnion
3.      Pemeriksaan darah lengkap dan hormon tyroid
4.      Mempersiapkan fisik dan mental untuk persalinan, ibu siap