Showing posts with label perawatan luka bakar dengan tekhnik kering. Show all posts
Showing posts with label perawatan luka bakar dengan tekhnik kering. Show all posts

Wednesday, June 23, 2010

MEMANDIKAN PASIEN LUKA BAKAR

A. Persiapan alat
1. Burn tank yang berisi air hangat
2. Obat analgetik
3. Larutan savolon 1%
4. Shampo dan sabun
5. Alat cukur
6. Handuk 2 buah
7. Selimut mandi
8. Pakaian ganti Perlak dan alasnya

A. Pelaksanaan
1. Beritahu pasien
2. Membawa alat - alat ke dekat pasien
3. Cuci tangan
4. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brancardkhusus
5. Mendorong pasien ke dalam burn tank
6. Memberi obat analgetik
7. Memindahkan pasien ke dalam burn tank
8. Cuci rambut pasien dengan shampo
9. Membersihkan tubuh pasien dengan sabun
10. Lukukan debridement luka dan latihan gerak
11. Keringkan tubuh pasien dengan handuk yang lembut, kemudian ditutupi dengan handuk yang lembut
12. Memindahkan pasien dari burn tank ke bran card
13. Lakukan perawatan luka dengan ganti balutan dengan teknik aseptik
14. Mengenakan pakaian pasien
15.Dorong pasien ke ruangan
16. Memindahkan pasien dari brancard ke tempat tidur
17. Rapikan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya
18. Cuci tangan
19. Dokumentasi

Friday, June 11, 2010

PERAWATAN LUKA BAKAR DENGAN TEKHNIK KERING

A. Pengertian
Perawatan dengan teknik kering adalah suatu tindakan keperawatan membersihkan luka sehingga dapat membantu proses menyembuhan luka dengan menggunakan balutan kering.

B. Tujuan
1. Mencegah atau mengobati syok
2. Mencegah dan mengobati infeksi dan sepsis
3. Mencegah parut hipertropik
4. Mempercepat proses penyembuhan
5. Memperbaiki bagian integritas kulit yang rusak


C. Dilakukan pada/ Indikasi
1. Luka bakar derajat 1
2. Luka bakar derajat 2
3. Luka bakar derajat 3


1. Baki steril berisi :
- Sarung tangan steril
- Pinset sirurgis
- Kasa steril
- Gunting
- Pembalut steril

2. Baki tidak steril berisi :
- Bengkok
- Perlak dan alasnya
- Cairan NaCl 0, 9%
- Cairan salvon 1%, peak nitrat 0, 5%
- Silet atau alat cukur
- Sarung tangan bersih
- Salep Silver Sulfa Diazine ( SSD )
- Salep antibiotic
- Gunting verban
- Korentang dalam tempatnya
- Plester

E. Prosedur pelaksanaan

1. Beritahu pasien
2. Membawa alat-alat kedekat pasien
3. Cuci tangan
4. Memasang perlak dan alsnya dibawah daerah luka bakar
5. Memakai sarung tangan tidak steril
6. Melepaskan balutan dengan menggunakan pinset
7. Membuka sarung tangan
8. Memakai sarung tangan steril
9. Bersihkan luka dengan NaCl 0, 9% dan metronidazol 0, 1% secara sentrifugal
10. Luka dikeringkan dengan kasa steril
11. Berikan salep SSD setebal 0, 5 cc pada seluruh daerah luka bakar
12. Luka dibalut kemudian di fiksasi dengan plester
13. Membuka sarung tangan
14. Rapikan pasien
15. Rapikan alat-alat dan kembalikan ketempatnya
16. Cuci Tangan
17. Dokumentasi

F. Perhatian

1. Cermat dalam menjaga kesterillan
2. Mengangkat jaringan nekrosis sampai bersih
3. Peka terhadap privasi pasien
4. Teknik pengangkatan jaringan nekrosis disesuikan dengan tipe luka bakar
5. Perhatikan teknik aseptik

G. Sikap

1. Bekerja secara sistimatis
2. Hati-hati dalam bekerja
3. Berkomonikasi dengan pendekatan yang tepat dan sesui dengan kondisi pasien
4. Pempertahankan prinsip kerja
5. Kerjasama antara pasien dan perawat selalu dijaga
6. Tanggap terhadap respons
7. Menjaga privasi

Sumber : Pedoman Praktek Klinik Keperawatan (M.A Kep Meternitas, anak dan KMB III) program siploma III Kep Rumkit TK III Dr. J A Latumeten. Thn 2007/2008