Showing posts with label Sistem Reproduksi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Reproduksi. Show all posts

Thursday, August 18, 2011

FUNGSI SEKSUAL dalam SISTEM REPRODUKSI

 dr.Bambang Widjanarko , SpOG
FKK - UMJ Jakarta

PENDAHULUAN
Kemampuan dokter untuk melakukan anamnesa seksual sangat penting sehingga dapat menetapkan langkah penatalaksaan masalah seksual yang dihadapi oleh seorang penderita. Pemahaman mengenai respon seksual memungkinkan dokter untuk dapat membantu sejumlah masalah seksual sederhana.
Investigasi ilmiah berkaitan dengan respon seksual sangat

FISIOLOGI REPRODUKSI PRIA



EREKSI, EMISI dan EJAKULASI
Ereksi merupakan peristiwa neurofisiologis yang kompleks. Peristiwa ini terjadi ketika darah dengan cepat mengalir kedalam penis dan terperangkap di dalam rongga spongiosum.
Terdapat 3 sistem yang terlibat langsung dengan ereksi penis :
Corpus Cavernosum yang memiliki struktur menyerupai spons (busa)
Persarafan otonom penis
Pasokan darah ke penis
Kekakuan penis

PUBERTAS PADA ANAK PEREMPUAN


Pubertas merupakan proses saat seorang individu yang belum dewasa akan mendapatkan ciri-ciri fisik dan sifat yang memungkinkannya untuk melakukan proses reproduksi
Pada anak perempuan , pubertas sebagian besar merupakan respon tubuh terhadap aktivitas estrogenyang meluas uang disekresi oleh ovarium yang baru aktif dibawah pengaruh gonadotropin hasil sekresi hipofisis anterior.
Seperti halnya

PUBERTAS PADA ANAK LAKI-LAKI



Pubertas merupakan proses dimana seorang individu yang belum dewasa akan mendapatkan ciri-ciri fisik dan sifat yang memungkinkannya untuk mampu ber reproduksi.
Pada anak laki-laki, pubertas sebagian besar merupakan respon tubuh terhadap aktivitas androgen yang meluas , sekresi testis dibawah pengaruh gonadotopin hipofisis anterior
Onset pubertas dipengaruhi oleh :
Geografi
Etnis
Perbedaan

Wednesday, August 17, 2011

SIKLUS MENSTRUASI

SELAYANG PANDANGSiklus haid dapat ditinjau dari uterus maupun ovarium.
Siklus uterus berupa pertumbuhan dan pengelupasan bagian dalam uterus - endometrium. Pada akhir fase menstruasi endometrium mulai tumbuh kembali dan memasuki fase proliferasi. Pasca ovulasi, pertumbuhan endometrium berhenti sesaat dan kelenjar endometrium menjadi lebih aktif – fase sekresi.
Perubahan endometrium dikendalikan

SPERMATOGENESIS

SPERMATOGONIUM

Spermatogonium (plural: spermatogonia) adalah gametogenium intermediate pada pria (germ cell) dalam rangkaian proses pembentukan spermatozoa.
Terdapat 3 jenis :
Sel tipe A(d) dengan inti gelap. Sel-sel ini akan memperbanyak diri untuk memberi pasokan spermatogonium yang konstan untuk kepentingan spermatogenesis

Sel tipe A (p), dengan inti pucat. Sel-sel ini akan mengalami

OOGENESIS


Pembentukan sel telur berlangsung di ovarium. Tidak seperti pada pria, tahap awal produksi sel telur pada wanita sudah berlangsung sebelum dia lahir.
Oogonium ( diploid stem cell ) mengalami pembelahan mitosis untuk menghasilkan oogonium lain dan oosit primer.
Pada janin wanita usia 20 minggu, proses diatas mencapai puncaknya dan terbentuk sekitar 4 juta oosit. Pada saat dilahirkan, jumlah

DIFERENSIASI SEKS FENOTIPIK


GENITALIA INTERNATidak seperti halnya gonad dan genitalia eksterna yang bipotensial, genitalia interna pria dan wanita berkembang dari sistem saluran yang berbeda.
Perkembangan struktur-struktur ini terjadi bersamaan dan memiliki kedekatan fisik dengan perkembangan sistem urinarius. Keduanya mulai terjadi pada minggu ke 4. Ginjal primordial (mesonefros) terdiri dari tubulus dan duktus dikenal

PERKEMBANGAN GONAD PADA EMBRIO


PERAN KROMATIN SEKS DALAM PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSI Semua mamalia betina homogamet dan menggambarkan jalur yang ‘gagal’ dalam diferensiasi seksual. Organisme homogamet menghasilkan gamet dalam bentuk kromosom tunggal.
Pada manusia semua oosit normal secara genetik akan membawa 22 otosom dan 1 kromosom X ( 22X).
Kedua jenis genotip seks embrio mamalia mendapat banyak estrogen plasenta

GENETIKA REPRODUKSI

KROMOSOM   Kromosom manusia merupakan struktur kompleks yang terdiri dari asam deoksiribonukleat – DNA dan asam ribonukleat – RNA serta protein. Setiap helix tunggal DNA terikat dengan telomer pada masing masing ujungnya, dan memiliki sentromer disuatu tempat sepanjang kromosom. Telomer melindungi ujung kromosom selama replikasi DNA. Pemendekan telomer berhubungan dengan penuaan.
SENTROMER

MEKANISME KERJA dan METABOLISME HORMON STEROID

MEKANISME KERJA STEROID
Hormon steroid bekerja melalui satu mekanisme dasar : penyatuan hasil sintesis protein yang baru diinduksi oleh hormon steroid dengan sel target.
Setelah hormon steroid di sekresi oleh kelenjar endokrin, 95 - 98% akan berada dalam sirkulasi atau terikat dengan protein transpor yang spesifik. 2 – 5% sisanya bebas berdifusi ke dalam semua sel. Setelah berada dalam sel,

BIOSINTESA HORMON STEROID


KOLESTEROL dan JALUR PRODUKSI STEROIDBahan baku hormon steroid adalah kolesterol. Semua organ penghasil steroid (kecuali plasenta) dapat mensintesis steroid dari asetat, akan tetapi sebagian besar organ tak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku secara lokal dan memerlukan kolesterol dalam sirkulasi. Pembawa kolesterol utama dalam sirkulasi adalah LDL - low density lipoprotein.
LDL diambil dari

GONADOTROPIN

  STRUKTUR FSH dan LH  Hipofisis memproduksi 2 gonadotropin :LH – Luteinizing Hormone dan
FSH – Follicle Stimulating Hormone
Kelompok UTAMA hormon hipofisis anterior : glikoprotein
TSH – thyroid stimulating hormone
LH - Luteinizing hormone
FSH – Follicle stimulating hormone
Kelompok KEDUA  hormon hipofisis anterior :
GH – growth hormone
Prolaktin
Kelompok KETIGA :
Adrenocorticotropin

KELENJAR HIPOFISIS

 
STRUKTUR DAN FUNGSI Kelenjar hipofisis berada di dasar otak di bawah hipotalamus dalam sella tursica dan dipisahkan dari cavum cranii oleh kondensasi duramater yang menutup sella tursica ( diafragma sellae )
Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 bagian utama yaitu :
1. Neurohipofisis terdiri dari :
a. Lobus posterior ( pars nervosa )b. Tangkai hipofisis ( infundibulum )c. Eminensia

PAYUDARA dan LAKTASI


PERKEMBANGAN PAYUDARA
Kelenjar mammae berasal dari lapisan ektoderm yang sudah terlihat pada embrio 4 minggu.
Kelenjar mammae merupakan struktur tuboalveolar yang terdiri dari 15 – 25 lobus iregular yang terletak radier menjauhi putting. Setiap lobus terbenam dalam jaringan lemak dan dipisahkan oleh lapisan jaringan ikat yang padar. Setiap lobus terdiri dari sejumlah lobulus yang dihubungkan ke

HISTOLOGI SALURAN REPRODUKSI PRIA


TESTIS
Fungsi testis :
Spermatogenesis
Produksi androgen
Spermatogenesis terjadi dalam tubulus seminiferus. Produksi  androgen berlangsung di dalam kantung dari sel khusus yang terdapat di daerah interstitsial antara tubulus.
Tubulus seminiferus di kelilingi oleh membrana basalis. Disisi medial membrana basalis terdapat sel progenitor untuk memproduksi sperma. Epitel yang mengandung

Tuesday, August 16, 2011

ANATOMI MAKROSKOPIS SALURAN REPRODUKSI PRIA

 
TESTIS dan EPIDIDIMISTestis adalah sepasang struktur oval , agak gepeng dengan panjang sekitar 4 cm dan diameter sekitar 2.5 cm. Bersama dengan epididimis, testis berada dalam kantung skrotum. Dinding yang memisahkan testis dengan epididimis disebut tunica vaginalis.
 
Tunica vaginalis dibentuk dari peritoneum abdominalis yang mengadakan migrasi kedalam skrotum saat berkembangnya genitalia

HISTOLOGI SALURAN REPRODUKSI WANITA

dr.Bambang Widjanarko,SpOG
FKK – Universitas Muhammadiyah Jakarta

OVARIUM
Fungsi ovarium :
Produksi sel germinal
Biosintesis hormon steroid
Sel germinal terdapat pada folikel ovarium. Masing-masing folikel berada dalam keadaan istirtahat dan mengandung oosit primordial  ( primitif ) yang dikelilingi satu lapis sel yaitu sel granulosa. Disekitar sel granulosa terdapat sekelompok sel yaitu sel