Tuesday, May 8, 2012

MELAHIRKAN DI DALAM AIR ( WATER BIRTH)





Melahirkan di dalam air atau Water Birth mulai populer di Eropa, terutama Rusia dan Prancis pada tahun 1970-an. Tujuannya saat itu adalah untuk memudahkan lahirnya bayi. Melahirkan dalam air dapat mengurangi rasa sakit pada ibu. Idenya berawal dari pemikiran bahwa janin yang selama sembilan bulan berenang dalam air ketuban dapat lebih nyaman memasuki dunia baru yang juga air. Setelah itu bayi akan bernapas dan menghirup udara.
Namun, ada beberapa resiko pada water birth, misalnya adanya komplikasi pada paru. Kadang bayi kesulitan bernapas ketika berada dalam air. Maka jika ingin melahirkan dalam air, Anda harus dulu berkonsultasi dengan dokter.

Manfaat Melahirkan di Air
  • Proses Melahirkan Di Air
  • Batasan Melahirkan Di Air
  • Resiko Melahirkan di Air



Manfaat bagi ibu :
Para pakar kesehatan dibidang ginekologi mengakui bahwa melahirkan didalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain, yaitu:
  •  Ibu akan merasa lebih rileks karena semua otot yang berkaitan dengan persalinan menjadi lebih elastis
  •  Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
  •  Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat

Manfaat bagi bayi
  • Menurunnya resiko cedera kepala bayi.
  •  Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.





PROSES MELAHIRKAN DI DALAM AIR

Proses dan melahirkan dalam air sama saja dengan melahirkan normal, hanya tempatnya yang berbeda. Dilakukan didalam sebuah kolam cukup besar (berukuran 2 meter) yang terbuat dari plastik atau bath tube dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi Anda tidak merosot. Selain kolam plastik, fasilitas pendukung lainnya adalah pompa pengatur air agar tetap bersikulasi, pengatur suhu (water heater) untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur suhu. Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37 Celcius. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara didalam perut dan diluar, dan agar bayi tidak mengalami hipotermia.
Selanjutnya Anda mengejan seperti biasa. Mengingat tempatnya di air, bayi yang baru keluar otomatis berendam dulu selama beberapa saat didalam air (sekitar 5-10 detik). Ini tidak masalah karena suhu air hampir sama dengan suhu cairan ketuban tempat bayi "berenang" sebelum dilahirkan. Itu sebabnya ketika baru keluar, bayi tidak menangis, mungkin dia merasa seolah seperti belum lahir karena kondisinya sama antara didalam dan diluar.
BATASAN MELAHIRKAN DI AIR
Melahirkan diair tetap ada batasan dan pertimbangan medis untuk diperkenankan. Beberapa faktor yang tidak membolehkan persalinan dalam air, antara lain panggul ibu kecil, bayi lahir sungsang atau melintang, ibu yang sedang dalam perawatan medis, ibu memiliki penyakit herpes, serta beberapa keadaan lainnya. Ibu yang mengindap herpes disarankan untuk tidak melahirkan dengan metode ini, karena kuman herpes tidak mati didalam air sehingga dapat menular kepada bayi melalui mata,selaput lendir,dan tenggorokan bayi.
Syarat lainnya, proses melahirkan didalam airtidak bisa dilakukan sembarangan, kendati terlihat mudah. Pengawasan dari pihak medis tetap diperlukan untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
RESIKO MELAHIRKAN DI AIR
Resiko yang terjadi adalah bayi menelan air. Maka dari itu, air kolam dibuat steril sehingga walaupun tertelan bayi tidak membahayakan. Bayi juga mengalami temperatur shock jika suhu air tidak sama dengan suhu ibu saat dilahirkan, yaitu 36-37 celcius. Resiko pada ibu adalah hiportemia(suhu tubuh terlalu rendah) akibat proses melahirkan yang lebih lama dibandingkan waktu yang diperkirakan.
 TIPS:
  • Buatlah keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda memastikan melahirkan di dalam air, yakinlah itu cara terbaik bagi Anda.
  •  Mengikuti senam hamil. Senam hamil berguna untuk melatih pernapasan dan melenturkan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.
  •  Pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas water birth dengan tenaga dpkter dan perawat yang terlatih.

Thursday, May 3, 2012

PARENTCRAFT EDUCATION (PERSIAPAN MENJADI ORANG TUA)



PENGERTIAN
            Parentcraft education adalah pendidikan  danpenyuluhan yg diberikan kepada orang tua untuk persiapan menghadapi kelahiran dan juga persiapan untuk menjadi orang tua.

TUGAS PERKEMBANGAN IBU SELAMA HAMIL
Meliputi :        
a.  Identifikasi peran ibu.
Peran ibu dimulai pada kehidupan seorang perempuan menjadi seorang ibu dari anaknya.
Persepsi lingkungan sosialnya tentang aturan peran wanita dapat mempengaruhi pilihannya antara menjadi ibu atau perempuan karier,menikah atau tetap membujang atau menjadi bebas daripada tergantung orang
Perempuan yang menyukai bayi atau anak-anak mempunyai motivasi untuk menerima kehamilan dan menjadi ibu.
b.  Hubungan interpersonal ibu.
Kedekatan hubungan membuat ibu hamil lebih siap untuk berperan sebagai  ibu. Diperlukan komunikasi yang efektif antara ibu dengan suami dan keluarganya. Hubungan ibu dengan anak dimulai selama hamil ,ketika ibu menghayal dan memimpikan dirinya sebagai ibu. Ibu ingin mendekat, menghangatkan,berce rita kepada bayinya dan mencoba membayangkan adanya tangisan bayi,memperkirakan adanya gangguan terhadap kurangnya kebebasan dan kegiatan  mengasuh anak.

TUJUAN
q  Membantu keluarga agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan
q  Peran menjadi orang tua dapat dicapai terutama melalui pendidikan
q  Klien menerima informasi yang ditujukan untuk membantu mereka mengembangkan pemahaman dasar: reproduksi, perkembangan janin, bagaimana cara merawat diri mereka sendiri selama dan setelah kehamilan, pengaruh positif dan negatif pada kehamilan dan hasilnya.
q  Memberikan para calon orang tua pengetahuan dan ketrampilan yang perlu  untuk mengatasi stres selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran
q  Menyiapkan calon orang tua menjadi konsumen perawatan kesehatan yang  terinformasi.
q  Membantu ibu dalam mengatasi nyeri dengan menggunakan teknik penatalaksanaan nyeri dan intervensi farmakologik yang minimal
q  Membantu para orang tua dalam mencapai pengalaman persalinan dan kelahiran yang positif, aman, dan memuaskan.

Hubungan ibu & anak berkembang dalam 3 fase selama  hamil.
FASE 1
Ia menerima kenyataan biologis tentang kehamilan dengan pernyataan  ”Saya Hamil” dan menyatakan ide tentang anak di dalam tubuhnya dan gam baran dirinya sbb:
     - Pikiran terpusat pada dirinya
     - Menyadari kenyataan dirinya hamil
     - Fetus adalah bagian dirinya
     - Fetus seolah – olah tidak nyata

FASE 2
Pada saat ini ibu merasakan sbb:
 - Menerima tumbuhnya fetus yang merupakan makhluk yang berbeda deng an dirinya.
 - Timbulnya pernyataan ”Saya Akan Mempunyai Bayi”
-          Terlibat dalam hubungan ibu dan anak ,asuhan dan tanggung jawab .
 - Mengembangkan pelekatan (attachment).
 - Menerima kenyataan ,mendengar DJJ dan merasakan gerakan anak .

FASE 3
Ini adalah proses attachment dan ibu merasakan  sbb:
-Merasa realistik
- Mempersiapkan kelahiran
- Mempersiapkan menjadi orang tua
- Spekulasi mengenai jenis kelamin anak
- Keluarga berinteraksi dengan menempelkan telinganya ke perut ibu dan berbicara
  dengan bayinya.       

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KELAHIRAN ANAK  
a.       Penelitian membuktikan bahwa kelas persiapan kelahiran anak dapat meningkatkan kepuasan ,mengurangi jumlah nyeri yang dilaporkan ,dan meningkatkan perasaan –perasaan kontrol bagi wanita hamil dan pasangannya.
b.      Baik seorang wanita menginginkan atau dapat melakukannya, mengikuti kelas persiapan kelahiran anak bergantung pada faktor- faktor budaya dan sosial ekonomi dan pilihan individu.
c.       Mempelajari penurunan stres dan teknik –teknik relaksasi meminimkan wanita untuk mengatasi beratnya persalinan  secara  lebih efektif.
d.      Bagi wanita dan pasangannya menikmati kesempatan untuk berbagi perasaaan takut dan harapan mereka tentang kehamilan dengan  orang lain.       
e.       Kesehatan neonatus ditingkatkan dengan pengobatan yang minimal .
f.       Ikatan orang tua dan BBL terjalin waktu kelahiran.

  MENYUSUN RENCANA PERSALINAN
a.         Rencana kelahiran dapat membantu menyiapkan wanita dan Pasangannya,dalam mencapai tujuan yang realitas ,yang berhubungan dengan perhatian terhadap keamanan ibu dan bayi.
b.         Pendidikan kelahiran anak membantu pasangan dalam membuat pilihan – pilihan penting ,yang akan masuk ke dalam rencana  kelahiran yang tertulis. Pilihan-pilihan yang penting tsb meliputi :
1)      Memilih penolong persalinan .
2)      Menentukan tempat mereka menginginkan kelahiran itu dilakukan ( RS, rumah, dll)
3)      Memutuskan untuk menggunakan obat atau tidak, untuk mengatasi nyeri persalinan.
4)      Memutuskan intervensi medis apa yang dapat diterima atau tidak dapat diterima selama persalinan dan kelahiran (SC, vakum, forcep )
5)      Memutuskan tipe kegiatan untuk dilakukan selama persalinan (berjalan, nonton video, dll )
6)      Memutuskan arah kejadian pasca partum
c.       Pasangan baru harus memahami bahwa rencana kelahiran mungkin perlu dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan yang specifik dan tuntutan keadaan pengalaman kelahiran individual mereka.

PROGRAM PENDIDIKAN PRANATAL
A.  Metode pengajaran   
      Meliputi :
a.       Pengajaran dan konseling individual
b.      Kelompok dan kelas berstruktur seperti kelas, kelompok konseling, atau kelompok diskusi.
c.       Tur fasilitas yang tersedia dan pilihan yang ditawarkan (misal: kamar bersalin, bidan yang bertanggung jawab)

B.  Program pendidikan pranatal
  1. Tinjauan
Program pendidikan kelahiran anak pranatal sangat bervariasi
    1. Lama, tujuan, isi, dan biayanya. Lazimnya setiap kelas mencakup 4 sampai 8 jam materi dan jangka waktunya 4 sampai 8  minggu
    2. Kelas trimester I umumnya berfokus pada hal-hal seperti perubahan fisiologis dini, perkembangan janin, seksualitas selama kehamilan, dan nutrisi.
    3. Kelas trimester II dan III dapat berfokus pada persiapan kelahiran, menjadi orang tua, dan perawatan BBL
  1. Materi program pendidikan pranatal.
    1. Perawatan pranatal dan perencanaan:
    2. Nutrisi,latihan,dan istirahat.
    3. Ketidaknyamanan dan tindakan perawatan mandiri
    4. Memilih lingkungan melahirkan, penolong persalinan dan pendekatan kelahiran.
    5. Pengenalan tanda bahaya selama kehamilan yang mencakup perdarahan vagina, sakit kepala, muntah terus menerus, nyeri abdomen, edema, peningkatan suhu, pertambahan BB dengan cepat,dll.
    6. Perkembangan janin
    7. Penggunaan obat-obatan, alkohol, dan merokok oleh ibu.
    8. Nutrisi ibu
  2. Materi program pendidikan saat melahirkan
    1. Persiapan persalinan dan kelahiran:
    2. Proses kelahiran
    3. Teknik pernapasan dan latihan relaksasi
    4. Menyusun rencana kelahiran, termasuk rencana menuju tempat persalinan dan pengaturan perawatan anak.
    5. Pemahaman pemantauan janin
    6. Hidrasi selama persalinan
    7. Analgesik dan anastesi
    8. Persiapan terhadap kemungkinan kelahiran sesar.

 KONSELING SEBELUM KEHAMILAN
a.       Konseling genetika
Konseling genetika sebagian besar dilakukan dengan anamnesis diantaranya :
  1. Riwayat keluarga, apakah ada keturunan dengan kelainan kongenital atau kelainan jiwa.
  2. Apakah pernah menerima tambahan hormon estrogen atau estradiol, ketika masih dalam kandungan atau setelah lahir.
  3. Bagaimana riwayat kehamilan, persalinan yang pernah dialaminya.
  4. Bagaimana keadaan sosial ekonomi keluarga saat ini.
  5. Apakah sudah siap psikologis dan sosial ekonomi untuk saat ini.
  6. Keinginan untuk mendapat jenis kelamin anak tertentu.
  7. Indikasi khusus untuk melakukan konseling dan pemeriksaan genetik adalah umur 35 tahun dan terdapat keturunan dengan kelainan kongenital atau kelainan jiwa.
b. Konseling penyakit maternal
       Beberapa penyakit dan kebiasaan ibu, diketahui memberikan pengaruh yang buruk terhadap tumbuh kembangnya janin dalam rahim. Oleh karena itu pemeriksaan dasar, menemukan secara dini dan memberikan pengobatan sehingga dapat lebih memberikan peluang untuk well development growth intra uteri.
            Penyakit – penyakit tersebut diantaranya :
  1. Penyakit diabetes mellitus
  2. Penyakit  jantung
  3. Penyakit ginjal
  4. Penyakit hipertensi
  5. Penyakit epilepsi
  6. Penyakit thromboemboli
  7. Penyakit endokrin lainnya
       Kebiasaan ibu yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam rahim adalah:
  1. Merokok terutama jika tiap hari lebih dari 10 batang
  2. Peminum alkohol
  3. pemakai obat – obatan penenang
c. Konseling penyakit hubungan seksual
       Infeksi pada kehamilan dapat memberikan pengaruh kepada bayi dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Infeksi yang hanya berpengaruh terhadap ibunya :
a.    Infeksi alat perkemihan bagian bawah.
b.    Infeksi bakterial vaginosis yang dapat berkembang menjadi infeksi puerperium.
c.    Infeksi jamur dan parasit : candida albicans dan trichomonas vaginalis.
d.   Infeksi hubungan seksual yang menyebabkan gangguan janin, terdiri :
e.    Infeksi rubella, sitomegalo virus, parvovirus.
f.     Toksoplasmosis
g.    HIV
  1. Infeksi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas keduanya, terdiri :
a.    STD pada umumnya ( sifilis dan GO, HIV AIDS )
b.    Infeksi lainnya ( rubella, malaria, khorioamnionitis )
c.    Penyebab fisik
d.   Hipertermi
e.    Radiasi berlebihan  menyebabkan infertil, gangguan IQ, mikrosepali, gangguan pertumbuhan mental dan janin, down sindrom.
f.     Penyakit karena pekerjaan dan lingkungan yang dapat    mempengaruhi janin ( pekerja industri logam )

EVALUASI
         Sesi akhir mencakup evaluasi peserta kursus dan sosialisasi penyerahan sertifikat
         Outcome program parencraft education
         Mayoritas klien dan pasangannya akan berpartisipasi didalam program.
         Klien akan membantu dalam kemajuan program dengan berpartisipasi dalam program ini dan membuat saran mengenai daerah-daerah di mana perubahan bisa / harus dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan mereka dan orang-orang sesama peserta.

Wednesday, May 2, 2012

Selamat Jalan Bu Menteri


Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un kita kemarin telah kehilangan Menteri Kesehatan kita tercinta Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih (57), yang meninggal pada Rabu (2/5/2012) pada pukul 11.41 WIB di RSCM Kencana.

Beliau didiagnosa meninggal  karena  menderita kanker paru-paru. Penyakitnya ini memang sempat menjadi keheranan banyak pihak, karena Bu Menkes diketahui bukan merupakan seorang perokok.

Salah satu pesan yang ditinggalkan Bu Menkes termuat dalam kata sambutan yang ditulisnya dalam rangka menyambut penerbitan buku "Berdamai dengan Kanker". Tiada yang menyangka, kata sambutan yang ditulis pada 13 April 2011 itu menjadi kata sambutan terakhir dari Bu Menkes.

INILAH PENGGALAN DARI SAMBUTAN ITU UNTUK DIRENUNGKAN

"Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium empat baru ditegakkan lima bulan yang lalu dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi, saya tidak bertanya "Why me ??".

Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini. Hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putra dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua.

Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. "So... Why not?" Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kenker paru? Tuhan pasti mempunyai rencana-Nya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik........

Sungguh, suatu keikhlasan yang mengharukan, sampai akhirnya beliau berpulang. Hal ini menyadarkan kembali kepada kita semua pentingnya untuk selalu menjaga kesehatan dan pemahaman tentang umur dan takdir manusia.

Selamat jalan Bu Menteri...pengabdian dan jasamu akan selalu kami kenang..


Lihat Entry lainnya di Daftar Isi ARTIKEL GIZI dan KESEHATAN