Tuesday, April 10, 2012

Kenapa pada Penderita Diabetes Luka di Kaki Sulit Sembuh ?

Bagi anda yang menderita Diabetes, masalah kesehatan kaki mungkin bisa menjadi masalah kesehatan lain yang menyulitkan. Seorang penderita diabetes rentan untuk terkena masalah kesehatan kaki karena penyakit diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan   jaringan syaraf , ini yang disebut komplikasi  Nefrophaty Diabetes.

Kerusakan syaraf disebabkan menurunnya aliran darah dan tingginya kadar gula darah. Hal ini menyebabkan pengeluaran  keringat dan minyak untuk melumasi kaki terganggu.  Penderita diabetes mengalami tidak normalnya tekanan pada kulit, tulang  dan ujung jari kaki. Hal ini menyebabkan   berkurangnya  sensifitasnya untuk bisa merasakan tekanan  atau sentuhan pada kaki.  


Pada kondisi ini kita mungkin:
-  Tidak dapat merasakan apabila berjalan diatas sesuatu yang tajam
-         - Tidak tahu saat tertusuk benda tajam atau ada luka di kaki
-          -Tidak dapat merasakan apabila kaki kita terkena sesuatu yang sangat panas atau sangat dingin

Akibatnya saat penderita diabetes mengalami luka pada kaki, luka tersebut akan cenderung lama atau sulit sembuh. Kondisi ini terjadi karena:

-         - Berkurangnya sensifitas kaki, sehingga penderita diabetes baru sadar adanya luka setelah luka di kaki tersebut menjadi parah
-          -Sistem kekebalan tubuh yang turun, sehingga penderita diabetes mempunyai kemampuan yang rendah untuk mengatasi infeksi sehingga luka sulit sembuh karena infeksi yang tidak bisa diatasi oleh pertahanan tubuhnya.
1 pak isi : 30 sachet
Promo Mei-Juni Diskon 5 % Buruan !!!


Luka pada kaki dapat berkembang ke arah Gangrene yaitu matinya peredaran darah dan syaraf yang mengalir ke kaki. Pada kondisi ini kaki sudah tidak dapat diselamatkan lagi, satu-satunya jalan agar tidak menjalar ke bagian tubuh yang lain adalah dengan melakukan amputasi pada bagian yang sudah terkena Gangrene. Oleh karena itu hal yang dapat dilakukan adalah menjaga agar tidak terjadi kenaikan kadar gula darah dan memelihara kesehatan kaki .Silakan baca Tips Memelihara Kesehatan Kaki pada Penderita Diabetes.


Daftar semua artikel menarik di blog ini dapat di lihat di Beranda ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN

Sumber :

Saturday, April 7, 2012

3 Warna Sayur dan Buah yang Penting untuk Menjaga Kesehatan Mata

Pernahkan anda membayangkan, tanpa mata apa jadinya hidup kita? Gelap gulita tanpa cahaya tidak bisa melihat apa-apa. Oleh karena itu sayangi dan jaga kesehatan mata kita, terutama bagi anda yang sering mempergunakan mata dalam bekerja seperti di depan laptop, komputer atau pekerjaan lain yang membutuhkan ketelitian tinggi. Berikut ini ada sayur dan buah dengan 3 warna dominan yang penting untuk menjaga kesehatan mata.

1.      Warna Hijau


Sayuran dengan warna hijau gelap seperti bayam, kangkung, brokoli dan sayuran lain , menurut Emily Bedrick Graubart, seorang assistant professor of ophthalmology di  The Emory Eye Center and the Emory University School of Medicine,  Atlanta, sayuran tersebut mengandung  lutein and zeaxanthin, merupakan dua  karotenoid yang dapat menurunkan risiko katarak dan Macular Degeneration. Usahakan konsumsi sayuran tersebut 1-2 mangkok sehari

2.      Warna Ungu

Warna ungu merupakan sumber antioksidan yang besar, diantaranya terdapat pada : Buah berry, buah plum dan buah anggur. Antioksidan  dapat membantu memperkecil kerusakan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh lingkungan seperti sinar matahari atau pencemaran. Kerusakan tersebut akan dapat menyebabkan pengerasan pada retina dan menyebabkan katarak dan Macular Degeneration.  Dianjurkan makan 2 porsi buah tersebut untuk mencegahnya..

3.      Warna Oranye  atau Merah

Warna oranye terdapat pada jeruk,  Pepaya, Wortel, dan labu kuning. Jeruk mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, sedangkan wortel, pepaya  dan labu kuning mengandung beta karoten yang merupakan karotenoid yang kaya vitamin A dan baik untuk kesehatan mata.

Tentu saja selain konsumsi 3 sayur dan buah diatas yang terpenting adalah bagaimana kita mempergunakan mata kita dengan lebih bijaksana, yaitu berilah mata kita istirahat setelah bekerja 1-2 jam. Jangan paksa mata kita mempelototi laptop 8 jam perhari non stop! Malah ada anjuran setiap setengah jam bekerja kita istirahatkan mata kita dengan mengalihkan pandangan ke tempat yang jauh selama minimal 5 menit, baru kemudian melihat ke layar monitor lagi. Dengan demikian mata kita akan terjaga dan tetap bening indah berbinar.. Thing..Thing!

Monday, April 2, 2012

Perbedaan Gumoh dan Muntah

Dulu waktu anak saya berusia 1 bulan anak saya mengalami Gumoh yang pertama. Waktu itu saya bingung  dan panik karena saya kira itu muntah saat dia mengeluarkan cairan dari mulutnya. Pikiran saya langsung macam-macam, mengira anak saya kena penyakit apa. Ternyata kata ibu mertua saya itu cuma Gumoh. Maklum masih amatir dalam mengasuh anak, jadi gampang bingung dan panik kalau anak kita mengalami sesuatu.

Ha itu menjadi lebih jelas setelah saya membaca buku Panduan Pintar Merawat Bayi dan Anak oleh dr. Eveline (2009), disitu dijelaskan apa bedanya gumoh dan  muntah. Saya sharing disini untuk para orangtua muda yang masih awam dalam mengasuh anak, maupun untuk tambahan informasi bagi lainnya.


CARA MENYENDAWAKAN BAYI

Cara menyendawakan bayi itu gampang-gampang susah. Bagi orangtua baru bisa jadi   ini merupakan hal yang sulit, seperti yang dulu saya alami. Berikut ini saya berikan tips-tips untuk menyendawakan bayi (diambil dari lifestyle.okezone.com)
1.   1.  Letakkkan bayi di bahu.Posisikan satu tangan kita menopang antara leher dan kepala bayi,  tangan yang lain menahan pantat bayi. Pastikan agar dagu si kecil melewati bahu kita agar ia bisa bernapas. 

Jangan lupa letakkan kain atau sapu tangan di bahu kita untuk menjaga agar  kita tidak kotor akibat si kecil  gumoh. Tepuklah bagian punggung si kecil secara perlahan sampai ia benar-benar bersendawa. 

2.    2. Dudukkan bayi di atas pangkuan, letakkan ibu jari dan telunjuk satu tangan kita di dagu (bukan leher) kemudian tahan dagu si kecil  ke arah depan sehingga badannya agak condong ke depan. 

Posisi kaki lurus. Tangan kita yang lain menepuk punggung secara perlahan. Pastikan sampai terdengar suara sendawa. 
 

3.    3. Tahan/topang bayi dengan posisi satu tangan kita di bagian dada (ibu jari dan telunjuk menahan dagu) dan tangan lain di bagian punggung si kecil. Kemudian angkat si kecil perlahan sampai badannya teregang. 

Regangan ini dapat membantu mengeluarkan udara dari dalam perut. Cium kening bayi, hal ini dapat membuat kita dan bayi rileks. 


4.    4. Letakkan si kecil di atas pangkuan salah satu paha kita dengan posisi badan si kecil tengkurap menghadap ke bawah dan direntangkan di atas pangkuan. Biarkan kakinya bebas menjuntai ke bawah (diapit paha kita sisi berlawanan). Ibu jari dan telunjuk satu tangan kita menahan dagu si kecil, tangan kita yang lain menepuk halus punggungnya secara lembut. Pastikan ia bersendawa. 


5.   5.  Letakkan satu lengan kita di antara kedua kaki si kecil dengan menahan badannya (posisi seperti menunggang kuda). Kepala si kecil mengarah ke ujung tangan kita. Lengan kita sisi berlawanan memeluk si kecil sehingga posisi kepalanya bersandar di lengan kita. 

Pada posisi ini kedua telapak tangan kita saling bertemu. Cara ini sangat nyaman untuk si kecil dan aman untuk bayi yang rewel. 



6.   6.  Pegang kedua ketiak si kecil kemudian angkat badannya tinggi-tinggi dan tahan beberapa saat. Jangan menggoyang-goyangkan! Cukup mengangkat badannya saja maka bayi akan bersendawa dengan sendirinya. 

Itu adalah tips-tips untuk menyendawakan bayi. Kalau saya gaya favoritnya dulu yang pertama yaitu  meletakkan anak di bahu  sambil menepuk-nepuk punggungnya. Anda juga bisa menemukan gaya anda sendiri untuk menyendawakan bayi anda, yang penting bayi merasa nyaman dan dapat mengeluarkan sendawa untuk mengatasi masalah gumohnya.

Menyendawakan juga tidak hanya dapat dilakukan ibu saja, bapak juga dapat berperan serta membantu sehingga bayi merasa lebih aman, nyaman  dan masalahnya cepat teratasi. Semoga bermanfaat ya..