Pos pelayanan terpadu :
* Adalah suatu forum komunikasi , alih teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini.
*Adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana
*Adalah pusat pelayanan keluarga berencana kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS (norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera)
TUJUAN POKOK POSYANDU:
1. Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
3. Mempercepat penerimaan NKKBS
4. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat
5. Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografi
6. Meningkatkan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat
SASARAN POSYANDU
1. Bayi berusia kurang dari 1 tahun
2. Anak balita usia 1 sampai 5 tahun
3. Ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu nifas
4. Wanita usia subur (wus)
PANCA KRIDA POSYANDU (Lima kegiatan posyandu)
1. Kesehatan ibu dan anak
2. Keluarga berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan gizi
5. Penanggulangan diare
SAPTA KRIDA POSYANDU (Tujuh kegiatan posyandu)
1. Kesehatan ibu dan anak
2. Keluarga berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan gizi
5. Penanggulangan diare
6. Sanitasi dasar
7. Penyediaan obat essensial
PEMBENTUKAN POSYANDU
Posyandu dibentuk dari pos-pos yang telah ada seperti:
1. Pos penimbangan balita
2. Pos imunisasi
3. Pos KB desa
4. Pos kesehatan
5. Pos lainnya yang dibentuk baru
PERSAYARATAN
1. Penduduk RW tersebut paling sedikit terdapat 100 balita
2. Terdiri dari 120 kepala keluarga
3. Disesuaikan dengan kemampuan petugas (bidan desa)
4. Jarak antara kelompok rumah, jumlah KK dalam satu tempat atau kelompok tidak terlalu jauh
LOKASI/LETAK
1. Berada di tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat
2. Ditentukan oleh masyarakat itu sendiri
3. Dapat merupakan lokal sendiri
4. Bila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan di rumah penduduk, balai rakyat, pos RT/RW atau pos lainnya.
PELAYANAN KESEHATAN YANG DIJALANKAN
1. Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
2. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur(PUS)
SISTEM LIMA MEJA
• Meja 1 samapai 1V (oleh kader kesehatan)
• Meja V ( oleh petugas kesehatan)
Meja 1:
• pendaftaran
• pencatatan bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan PUS
Meja II
• penimbangan balita, ibu hamil
Meja III
• pengisian KMS
Meja IV
• diketahui berat badan anak yang naik atau tidak naik, ibu hamil dengan resiko tinggi, PUS yang belum mengikuti KB
• penyuluhan kesehatan
• pelayanan TMT, oralit, vitamin A, tablet zat besi, pil ulangan, kondom
Meja V
• pemberian imunisasi
• pemeriksaan kehamilan
• pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pelayanan kontrasepsi IUD, suntikan, pil
PELAKSANAAN
1. dilaksananakan I bulan sekali atau lebih
2. pengumpulan dana sehat
3. pencatatan dan pelaporan kegiatan posyandu
STRATA POS YANDU DAN INTERVENSI
1. POSYANDU PRATAMA
• Kegiatan belum rutin tiap bulan
• kader aktif terbatas
• belum mantap
• perlu pelatihan kader dan penambahan kader
2. POSYANDU MADYA
• Cakupan program utama: KB,KIA ,kurang gizi dan imunisasi., kurang dari 50
• pergerakan PSM secara aktif
3. POSYANDU PURNAMA
• Kegiatan > 8 kali/tahun
• kader 5 atau lebih,
• cakupan program utama > 50 %,
• sudah ada satu atau lebih program tambahan + dana sehat sederhana
• target tahun 2005: 25 %a
• target tahun 2010 : 40 %
4. POSYANDU MANDIRI
• Kegiatan sudah dilakukan secara rutin teratur
• Rata-rata kader yang bertugas aktif 5 orang atau lebih
• Cakupan program utama sudah baik
• Ada program tambahan
• Sudah ada dana sehat yang mengarah ke JPKM dengan cakupan pesertanya lebih dari 50 % KK yang ada
• Target tahun 2005 : 1 %
• Target tahun 2010 : > 2 %
KRITERIA
1. Cakupan kegiatan
2. Jumlah kader yang mengelola
3. Jumlah hari buka dalam satu tahun
4. Cakupan dana sehat
Friday, July 15, 2011
Wednesday, July 13, 2011
Black forest cake
Bahan tart cokelat :
6 butir telur
125 gram gula pasir
1 ½ sdt emulsifier (SP/TBM)
125 gram tepung terigu protein sedang
30 gram cokelat bubuk
15 gram susu bubuk
½ sdt baking powder
125 gram margarin, dilelehkan
½ sdt cokelat pasta
400 gram buttercream untuk olesan
Bahan isi :
100 ml susu cair
250 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
100 gram kacang madu, dicincang halus
Bahan toping :
100 ml susu cair
1 sdm madu
200 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
Bahan sirup (aduk rata)
2 sdm gula pasir
2 sdm air hangat
1 sdm esens rhum
Cara membuat Kue:
1.Cake : kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
2.masukkan margarin leleh dan cokelat pasta sedikit sedikit sambil diaduk perlahan
3.tuang di loyang diameter 22 cm, tinggi 7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti
4.oven 35 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang
5.Isi : panaskan susu cair. Matikan api. Masukkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat larut. Tambahkan kacang madu. Aduk rata. Dinginkan. Kocok rata
6.belah 3 cake. Ambil selembar cake. Oles dengan bahan sirup. Oles dengan bahan isi. Tutup lagi dengan cake yang lain.
7.Tutup cake dengan butter cream. Garis sisinya dengan penggaris segitiga. Dinginkan.
8.Toping: panaskan susu cair dan madu. Matikan api. Masukkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat larut.
9.Tuang diatas cake sampai ke sisinya secara tidak rata. Dinginkan dan hias dengan buah buahan
6 butir telur
125 gram gula pasir
1 ½ sdt emulsifier (SP/TBM)
125 gram tepung terigu protein sedang
30 gram cokelat bubuk
15 gram susu bubuk
½ sdt baking powder
125 gram margarin, dilelehkan
½ sdt cokelat pasta
400 gram buttercream untuk olesan
Bahan isi :
100 ml susu cair
250 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
100 gram kacang madu, dicincang halus
Bahan toping :
100 ml susu cair
1 sdm madu
200 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
Bahan sirup (aduk rata)
2 sdm gula pasir
2 sdm air hangat
1 sdm esens rhum
Cara membuat Kue:
1.Cake : kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
2.masukkan margarin leleh dan cokelat pasta sedikit sedikit sambil diaduk perlahan
3.tuang di loyang diameter 22 cm, tinggi 7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti
4.oven 35 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang
5.Isi : panaskan susu cair. Matikan api. Masukkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat larut. Tambahkan kacang madu. Aduk rata. Dinginkan. Kocok rata
6.belah 3 cake. Ambil selembar cake. Oles dengan bahan sirup. Oles dengan bahan isi. Tutup lagi dengan cake yang lain.
7.Tutup cake dengan butter cream. Garis sisinya dengan penggaris segitiga. Dinginkan.
8.Toping: panaskan susu cair dan madu. Matikan api. Masukkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat larut.
9.Tuang diatas cake sampai ke sisinya secara tidak rata. Dinginkan dan hias dengan buah buahan
Monday, July 11, 2011
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dg Subinvolusi
KONSEP DASAR
1. PENGERTIAN
Subinvolusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi/proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,sehingga proses pengecilan uterus terhambat.
Subinvolusi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan kemunduran yang terjadi pada setiap organ dan saluran reproduktif,kadang lebih banyak mengarah secara spesifik pada kemunduran uterus yang mengarah ke ukurannya.(Varney’s Midwivery)
2. PENYEBAB
a) . Terjadi infeksi pada endometrium
b) . Terdapat sisa plasenta dan selaputnya
c) . Terdapat bekuan darah
d) . Mioma uteri
3. TANDA & GEJALA
Biasanya tanda dan gejala subinvolusi tidak tampak,sampai kira-kira 4 – 6 minggu postpartum.
Fundus uteri letaknya tetap tinggi didalam abdomen/pelvis dari yang diperkirakan/penurunan fundus uteri lambat dan tonus uterus lembek.
Keluaran kochea seringkali gagal berubah dari bentuk rubra kebentuk serosa,lalu kebentuk kochea alba
Lochia bisa tetap dalam bentuk rubra dalam waktu beberapa hari postpartum/lebih dari 2 minggu postpartum
Lochia bisa lebih banyak daripada yang diperkirakan
Leukore dan lochia berbau menyengat,bisa terjadi jika ada infeksi.
Pucat,pusing,dan tekanan darah rendah
Bisa terjadi perdarahan postpartum dalam jumlah yang banyk ( > 500 ml )
Nadi lemah,gelisah ,letih,ekstrimitas dingin.
4. TERAPI
Pemberian Antibiotika
Pemberian Uterotonika
Pemberian Tansfusi
Dilakukan kerokan bila disebabkan karena tertinggalnya sisa – sisa plasenta
ASUHAN KEBIDANAN
a).PENGKAJIAN
1. Identitas klien
Data diri klien meliputi nama,umur,pekerjaan,pendidikan,alamat,medical record,dll
2 . Riwayat kesehatan
a). Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan ibu saat ini:
- pengeluaran lochia yang tetap berwarna merah (dalam bentuk rubra dalam beberapa hari postpartum atau lebih dari 2 minggu postpartum.
- adanya leukore dan lochea berbau menyengat
b). Riwayat kesehatan dahulu
Riwayat penyakit jantung,hipertensi,penyakit ginjal kronikhemofilia,mioma uteri ,riwayat pre eklampsia,trauma jalan lahir kegagalan kompresi pembuluh darah,tempat implantasi plasenta ,retensi sisa plasenta.
c). Riwayat penyakit keluarga
Ada riwayat keluarga yang pernah /sedang menderita hipertensi,peny jantung dan pre eklampsia,penyakit keturunan , hemopilia dan penyakit menular.
3.Riwayat obstetrik
a).Riwayat menstruasi meliputi : menarche,lamanya siklus, banyaknya, baunya, keluhan waktu haid.
b).Riwayat perkawinan meliputi : usia kawin,kawin yang keberapa, usia mulai hamil
4.Riwayat hamil,persalinan dan nifas yang lalu
a).Riwayat hamil meliputi:waktu hamil muda,hamil tua,apakah ada abortus.
b).Riwayat persalinan meliputi:
Tuanya kehamilan,cara persalinan,penolong,tempat bersalin, adakah kesulitan dalam persalinan,anak lahir hidup/mati,BB & panjang anak waktu lahir.
c).Riwayat nifas meliputi:
Keadaan lochia,apakah ada perdarahan,ASI cukup/tidak,kondisi ibu saat nifas,tinggi fundus uteri dan kontraksi.
5.Riwayat kehamilan sekarang
a).Hamil muda:keluhan selama hamil muda
b).Hamil tua: keluhan selama hamil tua,peningkatan BB,suhu nadi, pernafasan,peningkatan tekanan darah,keadaan gizi akibat mual, keluhan lain.
c).Riwayat ANC meliputi:
Dimana tempat pelayanan,berapa kali,perawatan serta pengobatannya yang didapat.
6. Riwayat persalinan sekarang meliputi:
Tuanya kehamilan,cara persalinan,penolong,tempat bersalin, apakah ada penyulit dalam persalinan (misal:retensio plasenta, perdarahan yang berlebihan setelah persalinan, dll),anak lahir hidup/mati,BB dan panjang anak waktu lahir
7.Pemeriksaan fisik
1).Pemeriksaan umum
* Keadaan umum ibu
* tanda-tanda vital meliputi:suhu,nadi,tekanan darah pernafasan.
* Kulit :dingin,berkeringat,pucat,capilary refil memanjang,kering, hangat, kemerahan.
* kandung kemih : distensi,produksi urin menurun/berkurang.
2).Pemeriksaan khusus
a).Uterus
Meliputi: tinggi fundus uteri dan posisinya serta konsistensinya.
b).Lochea
Meliputi:warna,banyaknya.dan baunya.
c).Perineum
Diobservasi untuk melihat apakah ada tanda infeksi dan luka jahitan
d).Vulva
Dilihat apakah ada edema atau tidak
e).Payudara
Dilihat kondisi aerola,konsistensi dan kolostrum
3).Pemeriksaan penunjang
a).USG
b).Radiologi
c).Laboratorium (Hb.golongan darah,eritrosit,leukosit,trombosit,
hematokrit,CT,Blooding time)
b).DIAGNOSA
1.Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan pervaginam
Tujuan:Mencegah disfungsional bleeding dan memperbaiki volume cairan
Rencana tindakan:
1).Tidurkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi sedangkan
badannya tetap terlentang.
Dengan kaki lebih tinggi akan meningkatkan venous return dan
memungkinkan darah ke otak dan organ lain.
2).Monitor tanda-tanda vital
Perubahan tanda vital terjadi bila perdarahan semakin hebat
3).Monitor intake dan output
Perubahan output merupakan tanda adanya gangguan fungsi ginjal.
4).Evaluasi kandung kencing
Kandung kencing yang penuh menghalangi kontraksi uterus
5).Lakukan masase uterus
Masase uterus merangsang kontraksi uterus
6).Kolaborasi :
- Pemberian Infus/cairan intravena
Cairan intravena dapat meningkatkan volume intravaskular
- Pemberian uterotonika
Uterotonika merangsang kontraksi uterus dan mengontrol perdarahan
- Pemberian Transfusi whole blood (bila perlu)
Whole blood membantu menormalkan volume cairan tubuh
2.Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan pervaginam
Tujuan : Perfusi jaringan menjadi adekuat
Rencana tindakan :
1).Monitor tanda-tanda vital
Perubahan perfusi jaringan menimbulkan perubahan pada tanda vital
2).Catat perubahan warna kuku,mukosa bibir,gusi dan lidah,suhu kulit.
Dengan adanya perdarahan maka volume darah disirkulasi menjadi berkurang sehingga sirkulasi di jaringan perifer pun berkurang hal inilah yang menyebabkan cyanosis dan kulit yang dingin.
3).Evaluasi tingkat kesadaran
Perubahan tingkat kesadaran merupakan salah satu indikator peningkatan/penurunan gangguan perfusi jaringan
4).Kolaborasi :
Monitor kadar gas darah dan PH
Perubahan kadar gas darah dan PH darah merupakan tanda hipoksia jaringan)
Berikan terapi oksigen
Oksigen diperlukan untuk menurunkan hipoksia.
3.Infeksi berhubungan dengan adanya sisa plasenta dan selaput ketuban.
Tujuan : Infeksi dapat diatasi dan mencegah terjadinya infeksi sistemik
Rencana tindakan:
1).Kaji tanda-tanda vital.
Tanda vital menandakan adanya perubahan di dalam tubuh
2).Catat karakteristik lochea
untuk mengetahui /mengidentifikasi indikasi kemajuan atau penyimpangan dari lochia yang normal.
3).Berikan perawatan perineal,pertahankan agar tetap bersih dan kering.
Untuk menjaga kebersihan dan membatasi pertumbuhan bakteri.
4).Kolaborasi :
- Pemberian Antibiotika
Untuk membasmi kuman penyebab infeksi
- Tindakan kerokan pada uterus
Untuk mengeluarkan sisa plasenta dan selaput ketuban yang tertinggal.
DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu kebidanan.2005. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Jakarta
Bobak,dkk.Keperawatan Maternitas .1996 EGC . Jakarta
1. PENGERTIAN
Subinvolusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi/proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya,sehingga proses pengecilan uterus terhambat.
Subinvolusi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan kemunduran yang terjadi pada setiap organ dan saluran reproduktif,kadang lebih banyak mengarah secara spesifik pada kemunduran uterus yang mengarah ke ukurannya.(Varney’s Midwivery)
2. PENYEBAB
a) . Terjadi infeksi pada endometrium
b) . Terdapat sisa plasenta dan selaputnya
c) . Terdapat bekuan darah
d) . Mioma uteri
3. TANDA & GEJALA
Biasanya tanda dan gejala subinvolusi tidak tampak,sampai kira-kira 4 – 6 minggu postpartum.
Fundus uteri letaknya tetap tinggi didalam abdomen/pelvis dari yang diperkirakan/penurunan fundus uteri lambat dan tonus uterus lembek.
Keluaran kochea seringkali gagal berubah dari bentuk rubra kebentuk serosa,lalu kebentuk kochea alba
Lochia bisa tetap dalam bentuk rubra dalam waktu beberapa hari postpartum/lebih dari 2 minggu postpartum
Lochia bisa lebih banyak daripada yang diperkirakan
Leukore dan lochia berbau menyengat,bisa terjadi jika ada infeksi.
Pucat,pusing,dan tekanan darah rendah
Bisa terjadi perdarahan postpartum dalam jumlah yang banyk ( > 500 ml )
Nadi lemah,gelisah ,letih,ekstrimitas dingin.
4. TERAPI
Pemberian Antibiotika
Pemberian Uterotonika
Pemberian Tansfusi
Dilakukan kerokan bila disebabkan karena tertinggalnya sisa – sisa plasenta
ASUHAN KEBIDANAN
a).PENGKAJIAN
1. Identitas klien
Data diri klien meliputi nama,umur,pekerjaan,pendidikan,alamat,medical record,dll
2 . Riwayat kesehatan
a). Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan ibu saat ini:
- pengeluaran lochia yang tetap berwarna merah (dalam bentuk rubra dalam beberapa hari postpartum atau lebih dari 2 minggu postpartum.
- adanya leukore dan lochea berbau menyengat
b). Riwayat kesehatan dahulu
Riwayat penyakit jantung,hipertensi,penyakit ginjal kronikhemofilia,mioma uteri ,riwayat pre eklampsia,trauma jalan lahir kegagalan kompresi pembuluh darah,tempat implantasi plasenta ,retensi sisa plasenta.
c). Riwayat penyakit keluarga
Ada riwayat keluarga yang pernah /sedang menderita hipertensi,peny jantung dan pre eklampsia,penyakit keturunan , hemopilia dan penyakit menular.
3.Riwayat obstetrik
a).Riwayat menstruasi meliputi : menarche,lamanya siklus, banyaknya, baunya, keluhan waktu haid.
b).Riwayat perkawinan meliputi : usia kawin,kawin yang keberapa, usia mulai hamil
4.Riwayat hamil,persalinan dan nifas yang lalu
a).Riwayat hamil meliputi:waktu hamil muda,hamil tua,apakah ada abortus.
b).Riwayat persalinan meliputi:
Tuanya kehamilan,cara persalinan,penolong,tempat bersalin, adakah kesulitan dalam persalinan,anak lahir hidup/mati,BB & panjang anak waktu lahir.
c).Riwayat nifas meliputi:
Keadaan lochia,apakah ada perdarahan,ASI cukup/tidak,kondisi ibu saat nifas,tinggi fundus uteri dan kontraksi.
5.Riwayat kehamilan sekarang
a).Hamil muda:keluhan selama hamil muda
b).Hamil tua: keluhan selama hamil tua,peningkatan BB,suhu nadi, pernafasan,peningkatan tekanan darah,keadaan gizi akibat mual, keluhan lain.
c).Riwayat ANC meliputi:
Dimana tempat pelayanan,berapa kali,perawatan serta pengobatannya yang didapat.
6. Riwayat persalinan sekarang meliputi:
Tuanya kehamilan,cara persalinan,penolong,tempat bersalin, apakah ada penyulit dalam persalinan (misal:retensio plasenta, perdarahan yang berlebihan setelah persalinan, dll),anak lahir hidup/mati,BB dan panjang anak waktu lahir
7.Pemeriksaan fisik
1).Pemeriksaan umum
* Keadaan umum ibu
* tanda-tanda vital meliputi:suhu,nadi,tekanan darah pernafasan.
* Kulit :dingin,berkeringat,pucat,capilary refil memanjang,kering, hangat, kemerahan.
* kandung kemih : distensi,produksi urin menurun/berkurang.
2).Pemeriksaan khusus
a).Uterus
Meliputi: tinggi fundus uteri dan posisinya serta konsistensinya.
b).Lochea
Meliputi:warna,banyaknya.dan baunya.
c).Perineum
Diobservasi untuk melihat apakah ada tanda infeksi dan luka jahitan
d).Vulva
Dilihat apakah ada edema atau tidak
e).Payudara
Dilihat kondisi aerola,konsistensi dan kolostrum
3).Pemeriksaan penunjang
a).USG
b).Radiologi
c).Laboratorium (Hb.golongan darah,eritrosit,leukosit,trombosit,
hematokrit,CT,Blooding time)
b).DIAGNOSA
1.Kekurangan volume cairan berhubungan dengan perdarahan pervaginam
Tujuan:Mencegah disfungsional bleeding dan memperbaiki volume cairan
Rencana tindakan:
1).Tidurkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi sedangkan
badannya tetap terlentang.
Dengan kaki lebih tinggi akan meningkatkan venous return dan
memungkinkan darah ke otak dan organ lain.
2).Monitor tanda-tanda vital
Perubahan tanda vital terjadi bila perdarahan semakin hebat
3).Monitor intake dan output
Perubahan output merupakan tanda adanya gangguan fungsi ginjal.
4).Evaluasi kandung kencing
Kandung kencing yang penuh menghalangi kontraksi uterus
5).Lakukan masase uterus
Masase uterus merangsang kontraksi uterus
6).Kolaborasi :
- Pemberian Infus/cairan intravena
Cairan intravena dapat meningkatkan volume intravaskular
- Pemberian uterotonika
Uterotonika merangsang kontraksi uterus dan mengontrol perdarahan
- Pemberian Transfusi whole blood (bila perlu)
Whole blood membantu menormalkan volume cairan tubuh
2.Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan pervaginam
Tujuan : Perfusi jaringan menjadi adekuat
Rencana tindakan :
1).Monitor tanda-tanda vital
Perubahan perfusi jaringan menimbulkan perubahan pada tanda vital
2).Catat perubahan warna kuku,mukosa bibir,gusi dan lidah,suhu kulit.
Dengan adanya perdarahan maka volume darah disirkulasi menjadi berkurang sehingga sirkulasi di jaringan perifer pun berkurang hal inilah yang menyebabkan cyanosis dan kulit yang dingin.
3).Evaluasi tingkat kesadaran
Perubahan tingkat kesadaran merupakan salah satu indikator peningkatan/penurunan gangguan perfusi jaringan
4).Kolaborasi :
Monitor kadar gas darah dan PH
Perubahan kadar gas darah dan PH darah merupakan tanda hipoksia jaringan)
Berikan terapi oksigen
Oksigen diperlukan untuk menurunkan hipoksia.
3.Infeksi berhubungan dengan adanya sisa plasenta dan selaput ketuban.
Tujuan : Infeksi dapat diatasi dan mencegah terjadinya infeksi sistemik
Rencana tindakan:
1).Kaji tanda-tanda vital.
Tanda vital menandakan adanya perubahan di dalam tubuh
2).Catat karakteristik lochea
untuk mengetahui /mengidentifikasi indikasi kemajuan atau penyimpangan dari lochia yang normal.
3).Berikan perawatan perineal,pertahankan agar tetap bersih dan kering.
Untuk menjaga kebersihan dan membatasi pertumbuhan bakteri.
4).Kolaborasi :
- Pemberian Antibiotika
Untuk membasmi kuman penyebab infeksi
- Tindakan kerokan pada uterus
Untuk mengeluarkan sisa plasenta dan selaput ketuban yang tertinggal.
DAFTAR PUSTAKA
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu kebidanan.2005. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Jakarta
Bobak,dkk.Keperawatan Maternitas .1996 EGC . Jakarta
Subscribe to:
Comments (Atom)