Wednesday, February 22, 2012

Ciri-Ciri Psikologis Remaja


Ciri – Ciri Kejiwaan dan Psikologi Remaja
a.      Usia remaja muda (11–15 tahun)
1)  Sikap protes terhadap orang tua
Remaja pada usia ini cenderung tidak menyetujui nilai–nilai hidup orang tuanya, sehingga sering menunjukkan sikap protes terhadap orang tua. Mereka berusaha mencari identitas diri dan sering kali disertai dengan menjauhkan diri dari orang tuanya. Dalam upaya pencarian identitas diri, remaja cenderung melihat kepada tokoh–tokoh di luar lingkungan keluarganya, yaitu : guru, figur ideal yang terdapat dalam film, atau tokoh idola.
2)  Preokupasi dengan badan sendiri
Tubuh seorang remaja pada usia ini mengalami perubahan yang cepat sekali. Perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi diri remaja.
3)  Kesetiakawanan dengan kelompok seusia
Para remaja pada kelompok umur ini merasakan keterikatan dan kebersamaan dengan kelompok seusia dalam upaya mencari kelompok senasib. Hal ini tercermin dalam cara berperilaku sosial.
4)  Kemampuan untuk berfikir secara abstrak
Daya kemampuan berfikir seorang remaja mulai berkembang dan dimanifestasikan dalam bentuk diskusi untuk mempertajam kepercayaan diri
5)  Perilaku yang labil dan berubah–ubah
Remaja sering memperlihatkan perilaku yang berubah–ubah. Pada suatu waktu tampak bertanggung jawab, tetapi dalam waktu lain tampak masa bodoh dan tidak bertanggung jawab. Remaja merasa cemas akan perubahan dalam dirinya. Perilaku demikian menunjukkan bahwa dalam diri remaja terdapat konflik yang memerlukan perhatian dan penanganan yang bijaksana.
b.  Remaja usia penuh (16–19  tahun)
1)  Kebebasan dari orang tua
Dorongan untuk menjauhkan diri dari orang tua menjadi realitas. Remaja mulai merasakan kebebasan, tetapi juga merasa kurang menyenangkan. Pada diri remaja timbul kebutuhan untuk terikat dengan orang lain melalui ikatan cinta yang stabil.
2)  Ikatan terhadap pekerjaan dan tugas
Sering kali remaja menunjukkan minat pada suatu tugas tertentu yang ditekuni secara mendalam. Terjadi pengembangan akan cita–cita masa depan yaitu mulai memikirkan melanjutkan sekolah atau langsung bekerja untuk mencari nafkah.
3)  Pengembangan nilai moral dan etis yang mantap
Remaja mulai menyusun nilai–nilai moral dan etis sesuai dengan cita – cita.
4)  Pengembangan hubungan pribadi yang labil
Adanya tokoh panutan atau hubungan cinta yang stabil menyebabkan terbentuknya kestabilan diri remaja.
5)  Penghargaan kembali pada orang tua dalam kedudukan yang sejajar
6)  Perubahan fisik, psikologi dan seksual pada remaja
c.   Perubahan fisik remaja
Perubahan fisik dalam masa remaja merupakan hal yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena pada masa ini terjadi pertumbuhan fisik yang sangat cepat untuk mencapai kematangan, termasuk organ-organ reproduksi sehingga mampu melaksanakan fungsi reproduksi. Perubahan yang terjadi yaitu:
1.  Munculnya tanda-tanda seks primer, terjadinya haid yang pertama  (menarche) pada remaja perempuan, dan mimpi basah pada remaja laki-laki.
2.  Munculnya tanda-tanda seks sekunder, yaitu :
a)     Pada remaja laki-laki tumbuhnya jakun, penis dan buah zakar bertambah besar, terjadinya ereksi dan ejakulasi, suara bertambah besar, dada lebih lebar,badan berotot, tumbuh kumis diatas bibir, cambang dan rambut disekitar kemaluan dan ketiak.
b)     Pada remaja perempuan pinggul melebar, pertumbuhan rahim dan vagina, tumbuh rambut disekitar kemaluan dan vagina, payudara membesar.
d.  Perubahan psikologis
Pada masa remaja perubahan kejiwaan terjadi lebih lambat dari fisik dan labil, meliputi :
1.  Perubahan emosi ; sensitive (mudah menangis, tertawa, cemas dan frustasi), mudah mudah bereaksi terhadap rangsangan dari luar, agresif sehingga mudah berkelahi.
2.  Perkembangan intelegensia : mampu berpikir abstrak dan senang memberi kritik , ingin mengetahui hal-hal baru sehinga muncul perilaku ingin mencoba hal yang baru. Perilaku ingin mencoba ini sangat penting dalam kesehatan reproduksi.
e.  Perubahan seksual remaja
Sejak masa remaja, pada diri seorang anak terlihat adanya perubahan-perubahan pada bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan struktur dan fungsi. Pematangan kelenjar pituitary berpengaruh pada proses pertumbuhan tubuh sehingga remaja mendapatkan ciri-cirinya sebagai perempuan dewasa atau laki-laki dewasa. Masa remaja diawali oleh masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik dan fungsi fisiologis. Kematangan seksual remaja ini menyebabkan munculnya minat seksual dan keingintahuan remaja tentang seksual.

Referensi:
- Kusmiran, Eny. 2011. Kesehatan Reproduksi remaja dan Wanita. Bandung : Salemba Medika.

No comments:

Post a Comment